
Jember– Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kepedulian terhadap kondisi psikologis siswa, Dosen Tetap Program Studi (DTPS) S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas KH. A. Mukhtasyar (Unikhams) turut serta dalam agenda Webinar Nasional “Kesehatan Mental Peserta Didik dalam Pembelajaran PAI” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Prodi PAI (PPPAII) Indonesia pada Kamis (30/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui platform Zoom dan YouTube ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi S1 PAI Unikhams, Syaiful Rizal, S.Pd.I., M.Pd., bersama jajaran dosen lainnya. Partisipasi ini merupakan bentuk komitmen prodi dalam menyelaraskan metode pengajaran PAI dengan pendekatan psikologi modern.
Webinar ini menghadirkan tokoh-tokoh akademisi mumpuni di bidangnya, antara lain: Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si. (Ketua Umum PPPAII / UIN Sunan Kalijaga), Dr. Zulfiana Herni, MA. (UIN Sumatera Utara Medan), Prof. Dr. Nurhayati, S.Ag., M.Pd.I. (Universitas Tadulako) dan Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag. (UIN Walisongo Semarang)
Dalam keterangannya, Kaprodi S1 PAI Unikhams, Syaiful Rizal, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa topik kesehatan mental sangat krusial bagi calon pendidik PAI masa kini.
“Pembelajaran PAI bukan sekadar transfer pengetahuan agama, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara mental bagi siswa. Kami ingin memastikan DTPS PAI Unikhams memiliki wawasan yang luas mengenai isu ini agar dapat diimplementasikan dalam kurikulum maupun praktik mengajar,” ujar Syaiful Rizal.

Materi yang dibahas dalam webinar mencakup strategi bagi guru PAI dalam mendeteksi dini masalah kesehatan mental siswa serta bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai spiritual sebagai penguat resiliensi psikologis peserta didik di era digital. Dengan keikutsertaan dalam kegiatan berskala nasional ini, Prodi S1 PAI Unikhams terus berupaya memperkokoh eksistensinya sebagai program studi yang adaptif, religius, dan berwawasan kontemporer demi melahirkan lulusan guru PAI yang profesional dan humanis.