
JEMBER – Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember sukses menyelenggarakan forum ilmiah berskala internasional bertajuk “Discussion of International Studies”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (26/05/2024) ini mengangkat tema strategis: “Realizing Freedom of Learning by Developing Innovative Learning Resources in Nusantara Islamic Religious Education”.
Acara ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung program Merdeka Belajar dengan mengintegrasikan inovasi teknologi dan kearifan lokal dalam pendidikan agama Islam di nusantara.
Menghadirkan Narasumber Lintas Institusi
Diskusi dibuka oleh Dr. Nurul Anam, S.Pd.I, M.Pd selaku Keynote Speaker. Beliau merupakan Wakil Rektor III sekaligus Dosen Pascasarjana IAI Al-Qodiri Jember. Dalam penyampaiannya, Dr. Nurul Anam menekankan pentingnya pengembangan sumber belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas keislaman nusantara.
Sesi utama diskusi menghadirkan dua pakar sebagai narasumber:
Dr. Otto Fajarianto, S.Kom, M.Kom: Dosen FIP Universitas Negeri Malang sekaligus Sekjen Komunitas Pendidikan Tinggi dan Cendekiawan Nusantara. Ia memberikan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam menciptakan sumber belajar yang inovatif.
Mr. Yasuli Bindulem, S.S, M.Pd, M.Ed: Praktisi pendidikan dari Thailand yang terafiliasi dengan Pascasarjana Fatoni University dan Ketua Yayasan Rasmisart School Thailand. Kehadirannya memberikan wawasan komparatif mengenai praktik pendidikan Islam di Asia Tenggara.
Diskusi Interaktif dan Global
Jalannya diskusi dipandu secara dinamis oleh Imlaul Hasanah, mahasiswa Pascasarjana IAI Al-Qodiri Jember, sebagai moderator. Forum ini diikuti oleh berbagai kalangan akademisi yang antusias membedah bagaimana konsep kebebasan belajar dapat diwujudkan melalui ketersediaan referensi pendidikan yang lebih kreatif dan relevan bagi generasi masa kini.
Bagi mahasiswa program sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam (PAI), keikutsertaan dalam diskusi ini memberikan manfaat strategis dalam memperluas wawasan akademik dan profesional mereka di era global. Para mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bagaimana merancang serta memanfaatkan sumber belajar inovatif yang berbasis teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai moderasi beragama khas nusantara. Selain itu, paparan dari narasumber internasional membekali mereka dengan perspektif komparatif yang krusial untuk meningkatkan daya saing dan adaptabilitas saat terjun ke dunia pendidikan kelak. Pengalaman ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa S1 PAI untuk menjadi pendidik yang kreatif, inklusif, dan siap mengimplementasikan semangat Merdeka Belajar di berbagai lembaga pendidikan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini di IAI Al-Qodiri Jember, diharapkan tercipta kolaborasi berkelanjutan antar institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan kualitas mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) di kancah internasional.