Jember, Rabu 19 November 2025 Sejumlah mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (Unikhams) turut serta dalam acara penting Dialog Mahasiswa bertema “Moderasi Beragama dan Nasionalisme Kebangsaan”. Kegiatan yang berlangsung meriah di lingkungan kampus ini dirancang untuk menanamkan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya keseimbangan dalam beragama sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.

Partisipasi aktif mahasiswa S1 PAI Unikhams dalam dialog ini memberikan manfaat ganda yang sangat relevan dengan profil lulusan prodi PAI.
Pertama, Penguatan Kompetensi Keilmuan dan Sikap. Sebagai calon guru dan dai (pendakwah) di masa depan, mahasiswa PAI wajib memiliki pemahaman yang utuh tentang Moderasi Beragama (Wasathiyah Islam). Kegiatan ini memberikan wawasan langsung dari para pakar tentang bagaimana menafsirkan dan mengamalkan ajaran agama secara tengah-tengah (tidak ekstrem kanan maupun kiri), sehingga mereka mampu menyebarkan ajaran Islam yang damai, toleran, dan inklusif di masyarakat.

Kedua, Pengembangan Profesionalisme Keguruan. Topik Nasionalisme Kebangsaan menjadi modal penting bagi mahasiswa PAI. Sesuai kurikulum PAI, calon guru harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila ke dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan mengikuti dialog ini, mahasiswa mendapatkan inspirasi dan metode praktis untuk menjadi pendidik yang profesional sekaligus agen penguatan identitas nasional di sekolah maupun komunitas.

Ketiga, Peningkatan Soft Skills. Kehadiran dalam forum dialog semacam ini melatih kemampuan kritis mahasiswa dalam menanggapi isu-isu kontemporer, serta mengasah keterampilan komunikasi dan interaksi sosial dalam suasana akademik. Ini adalah soft skill yang esensial dan sangat dibutuhkan saat mereka terjun sebagai pendidik yang harus berhadapan dengan beragam pandangan di ruang kelas.
Secara keseluruhan, keikutsertaan mahasiswa S1 PAI Unikhams menegaskan komitmen prodi untuk tidak hanya mencetak akademisi agama, tetapi juga intelektual Muslim yang memiliki karakter kuat, berwawasan kebangsaan, dan siap menjadi pelopor Moderasi Beragama di tengah masyarakat.(Sr)