
Jember, 15 November 2025, Ruang Auditorium Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember dipenuhi semangat akademis pada Sabtu, 15 November 2025. Kampus ini menyelenggarakan Kuliah Pakar dengan topik vital: “Critical Thinking & Problem Solving: Senjata Rahasia Lulusan Unggul Menghadapi Kompleksitas Dunia Kerja.”

Acara tersebut menghadirkan tokoh penting dari Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, M.H., Kepala Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis.
Mahasiswa di Persimpangan Jalan Digital
Bapak Aziz Hakim memulai pemaparannya dengan memetakan realitas yang dihadapi mahasiswa saat ini. Bukan sekadar belajar, mahasiswa kini berdiri di persimpangan era, di mana tujuh tantangan besar menghadang:
Mulai dari teknologi yang cepat berubah , tekanan akademik yang tinggi (sering diilustrasikan dengan meme “Korban Skripsi” ), hingga biaya pendidikan yang meningkat (seperti meme yang menyinggung Uang Kuliah Tunggal/UKT ). Tantangan ini diperparah dengan persaingan kerja yang ketat dan ketidakpastian masa depan , memaksa mahasiswa memilih antara jalur success atau failure.
“Di tengah persaingan ketat, lulusan PTA (Perguruan Tinggi Agama) masih banyak yang bekerja di kategori ‘jasa pendidikan’,” ujar Bapak Aziz Hakim, mengutip data tentang daya saing lulusan. “Inilah mengapa critical thinking dan problem solving menjadi kompetensi yang mutlak.”
Memperkuat Akar Tri Dharma dan Tanggung Jawab Sosial
Beliau lantas mengingatkan kembali hakikat utama keberadaan mahasiswa: sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran untuk mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi. Pengembangan potensi ini diwujudkan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi , yang mencakup Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Mahasiswa memiliki kebebasan akademik, namun wajib mengutamakan penalaran dan akhlak mulia, serta mengemban tanggung jawab sosial.
“Ini adalah perwujudan dari prinsip khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain),” tegas Bapak Aziz Hakim, merujuk pada tanggung jawab sosial mahasiswa.
Kuliah Pakar ini bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga panggilan bagi mahasiswa UNIKHAMS untuk tidak hanya fokus pada kecerdasan, tetapi juga pada pengamalan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan bekal ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun jejaring, memperkuat intelektual, dan mengimplementasikan gerakan pengabdian yang nyata. (sr)
