Jember – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAI Al-Qodiri Jember kembali menggelar kegiatan akademik bertaraf nasional melalui Kuliah Tamu dengan tema “Guru Inovatif di Era Digital: Katalisator Pembelajaran Adaptif dan Kompetensi Abad 21”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 24 Juni 2024, dan menghadirkan narasumber Irsan, M.Pd, dosen muda inspiratif dari Universitas Muhammadiyah Buton, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung secara luring di Aula Kampus 1 IAI Al-Qodiri Jember ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa PGMI semester akhir yang sedang menempuh mata kuliah Strategi Pembelajaran dan Keterampilan Mengajar. Dalam paparannya, Irsan, M.Pd menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual, kreatif, dan berbasis teknologi digital.

“Menjadi guru di era digital bukan sekadar menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi menjadi alat untuk menyentuh hati dan potensi peserta didik. Guru yang inovatif adalah guru yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang adaptif,” tegas Irsan dalam pemaparannya.
Materi yang disampaikan mencakup konsep digital pedagogy, strategi pembelajaran abad 21, serta contoh nyata implementasi media digital dalam pembelajaran madrasah ibtidaiyah. Irsan juga memotivasi para mahasiswa agar tidak takut mencoba hal-hal baru dalam proses pembelajaran, termasuk pemanfaatan platform edukasi, video interaktif, hingga penggunaan kecerdasan buatan secara etis dalam pendidikan dasar.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Siti Hamidahtur Rofi’ah, M.Pd, dosen PGMI IAI Al-Qodiri Jember, yang berhasil menciptakan suasana diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis, terutama seputar tantangan menjadi guru di era digital dan cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan namun tetap bermakna.
Di akhir acara, Dekan Fakultas Tarbiyah, Ahmad Rosidi, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Irsan, M.Pd untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari peningkatan mutu akademik dan pembentukan calon guru yang relevan dengan tuntutan zaman.
“Mahasiswa PGMI harus punya semangat inovasi dan keberanian untuk menjadi guru yang berbeda. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk ikhtiar kami menyiapkan lulusan yang unggul, kreatif, dan siap bersaing di dunia nyata,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa PGMI tidak hanya siap secara teori, tetapi juga mampu menjadi katalisator pembelajaran adaptif yang dibutuhkan oleh generasi masa depan di tengah transformasi digital yang terus berkembang.