
JEMBER – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Al-Qodiri (IAI AL-QODIRI) Jember menyelenggarakan seminar bertajuk “Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab dalam Menjawab Tantangan Era Society 5.0”. Acara ini berlangsung khidmat pada Minggu, 24 Desember 2023.
Seminar ini menjadi forum krusial bagi para akademisi dan praktisi pendidikan untuk merumuskan ulang struktur kurikulum yang tidak hanya mampu bertahan di masa krisis, tetapi juga relevan dengan integrasi teknologi dan kemanusiaan di era Society 5.0.
Navigasi Kurikulum di Tengah Perubahan Global
Diskusi dalam seminar ini menyoroti bagaimana era Society 5.0 telah memaksa percepatan digitalisasi pendidikan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menyelaraskan efisiensi digital tersebut dengan konsep Society 5.0, di mana teknologi kecerdasan buatan (AI) dan IoT harus mampu meningkatkan kualitas hidup dan literasi bahasa Arab secara manusiawi.
Poin-poin utama yang dibahas meliputi:
- Hybrid Curriculum: Mendesain kurikulum yang fleksibel antara pembelajaran tatap muka dan daring tanpa mengurangi esensi penguasaan maharah (keterampilan).
- Integrasi Hard Skills & Soft Skills: Menyeimbangkan kemampuan tata bahasa (Nahwu-Sarf) dengan keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kritis di dunia digital.
- Personalisasi Belajar: Memanfaatkan data digital hasil pembelajaran selama pandemi untuk menciptakan metode ajar yang lebih personal bagi setiap siswa.
Menuju Pendidikan yang Resilien
Dalam sambutannya, narasumber menekankan bahwa kurikulum bahasa Arab tidak boleh lagi bersifat kaku. Di era Society 5.0, bahasa Arab harus diajarkan sebagai alat komunikasi global yang adaptif terhadap berbagai platform teknologi masa depan.
“Pandemi adalah guru besar yang mengajarkan kita untuk tangkas. Kini, di ambang Society 5.0, kurikulum PBA IAI AL-QODIRI harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya fasih berbahasa, tapi juga mahir menavigasi teknologi untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Hasyim Asy’ari, M.Pd pemateri utama.
Output dan Harapan
Seminar yang dilaksanakan menjelang akhir tahun 2023 ini menghasilkan draf rekomendasi pengembangan kurikulum yang akan menjadi acuan bagi prodi dalam memperbarui perangkat pembelajaran. Para peserta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, sepakat bahwa kolaborasi antara nilai-nilai keislaman tradisional dan kemajuan teknologi adalah kunci utama menghadapi tantangan zaman.
Acara ditutup dengan sesi diskusi panel mengenai evaluasi efektivitas media digital yang digunakan selama pandemi dan proyeksi penggunaannya untuk tahun akademik mendatang.