
Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme kepala laboratorium agar mampu mengelola laboratorium microteaching secara efektif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman serta penyamaan persepsi mengenai standar pengelolaan laboratorium yang ideal dalam mendukung proses pembelajaran.
Pada sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi penggunaan perangkat laboratorium microteaching, termasuk sistem audio visual, kamera observasi, perangkat presentasi digital, serta evaluasi pembelajaran berbasis rekaman video. Model pelatihan seperti ini dinilai penting karena laboratorium microteaching merupakan media strategis untuk membangun kompetensi pedagogik, profesional, dan reflektif tenaga pendidik.