
JEMBER – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Al-Qodiri (IAI AL-QODIRI) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan metodologi pengajaran. Pada Kamis,
1 Februari 2024, prodi ini sukses menggelar seminar bertajuk “Pembelajaran Maharah Kitabah dalam Perspektif Teori Konstruktivisme di Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK)”. Acara yang berlangsung di aula kampus ini dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, serta praktisi pendidikan bahasa Arab yang fokus pada pengembangan kurikulum di tingkat madrasah.Membangun Kemandirian Berbahasa Seminar ini menyoroti pergeseran paradigma dari pembelajaran menulis (Maharah Kitabah) yang bersifat mekanistik (meniru) menuju pendekatan Konstruktivisme. Dalam teori ini, siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi “membangun” pemahaman dan teks mereka sendiri berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Beberapa poin kunci yang dibahas dalam seminar meliputi:
• Peran Guru sebagai Fasilitator: Guru tidak lagi menjadi pusat informasi tunggal, melainkan pemandu yang memicu kreativitas siswa dalam menyusun kalimat.
• Pembelajaran Berbasis Masalah: Siswa didorong untuk menulis berdasarkan konteks kehidupan nyata yang mereka alami di lingkungan Madrasah.
• Kolaborasi Antar-Siswa: Pentingnya diskusi kelompok dalam menyusun ide sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan bahasa Arab. Relevansi bagi Program Keagamaan (MAPK)
Mengingat peserta didik di Madrasah Aliyah Program Keagamaan memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan teks-teks klasik (kitab kuning), teori konstruktivisme dinilai sangat relevan. Model ini membantu siswa mengonversi pemahaman bacaan mereka ke dalam tulisan bahasa Arab modern yang sistematis dan orisinal. “Melalui pendekatan konstruktivisme, kita ingin siswa MAPK tidak hanya jago membaca teks, tapi juga mampu memproduksi gagasan orisinal dalam bahasa Arab. Ini adalah kunci kemajuan literasi di madrasah,” ujar Dr. Elok Rufaiqoh, M.Pd.I dalam sesi diskusi.
Output Kegiatan Melalui seminar ini, Prodi PBA IAI AL-QODIRI Jember berharap para calon guru bahasa Arab dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan tidak membosankan, sehingga momok bahwa “menulis bahasa Arab itu sulit” dapat dihilangkan secara perlahan.