
BONDOWOSO, UNIKHMAS – Guna memperluas cakrawala mahasiswa dalam tata kelola dan pembelajaran keorganisasian berbasis pesantren, Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember menggelar kunjungan studi banding ke Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Bondowoso pada hari Senin, 01 Juli 2026. Kunjungan edukatif ini diikuti oleh jajaran dosen beserta delegasi mahasiswa prodi PAI.

Kedatangan rombongan dari UNIKHMAS ini disambut hangat dan ditemui langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqomah K.H. Masruri Abdul Muhid, Lc beserta seluruh jajaran pengurus pusat. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini menjadi ruang dialogis yang kaya akan nilai-nilai filosofis perjuangan dan kepemimpinan Islam.
Dalam arahannya, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqomah memberikan wejangan mendalam yang menggetarkan semangat para dosen dan mahasiswa. Beliau menekankan tiga poin filosofis utama yang menjadi pilar perjuangan seorang kader pendidik dan pemimpin di masyarakat:
Hakikat Orang Besar: Beliau menegaskan bahwa kehormatan dan kebesaran seseorang tidak diukur dari panggung yang megah. “Orang besar itu adalah orang yang mau mengajar ngaji di desa,” tuturnya, mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam mengabdi di akar rumput.

Strategi Dakwah yang Merata: Dalam hal syiar Islam, beliau memberikan perumpamaan yang menarik mengenai efektivitas dakwah. Menyeberkan ajaran agama Islam tidak harus selalu dimulai dengan kekuatan besar sekaligus (1000 watt). “Bisa dimulai dari hal kecil, cukup 5 watt saja, tetapi tersebar di mana-mana. Pada akhirnya, kumpulan cahaya kecil itu akan membuat segalanya terang juga,” jelasnya mengenai pentingnya konsistensi dakwah di berbagai lini.
Kemandirian Pemimpin Masa Depan: Terakhir, beliau memberikan sentilan motivasi yang kuat bagi para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu. Beliau berpesan agar pencari ilmu tidak melulu mentalnya bergantung pada bantuan luar seperti beasiswa. Menurutnya, calon pemimpin harus memiliki modal kemandirian dan daya juang yang tinggi. “Orang mencari ilmu jangan hanya mencari beasiswa. Bagaimana mau jadi pemimpin kalau tidak bermodal dan mandiri sejak menuntut ilmu,” tegas beliau.

Kunjungan studi banding ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teoretis mengenai manajemen organisasi pesantren bagi mahasiswa S1 PAI UNIKHMAS, namun juga menginternalisasi nilai-nilai keikhlasan, strategi perjuangan, dan kemandirian yang dicontohkan oleh Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bondowoso. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cideramata sebagai simbol jalinan silaturahmi akademik dan kelembagaan. (Syaiful Rizal Kaprodi PAI)