Jember, 5 Februari 2024 — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAI Al-Qodiri Jember kembali menyelenggarakan kegiatan Diskusi Periodik “Wahdah Pendidik (Wawasan dan Dakwah Pendidik)” edisi kedua, yang kali ini mengangkat tema “Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa MI.”
Kegiatan yang digelar pada Senin, 5 Februari 2024 ini berlangsung secara [luring/daring/hybrid] dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi pendidikan dari lingkungan kampus. Diskusi ini bertujuan untuk menguatkan kembali kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun karakter generasi muda, khususnya peserta didik madrasah ibtidaiyah.
Dalam sesi diskusi, narasumber menekankan bahwa kearifan lokal adalah warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual, seperti gotong royong, sopan santun, kerja keras, dan cinta lingkungan. Nilai-nilai ini, menurutnya, sangat relevan dengan tujuan pendidikan karakter yang kini menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan nasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa guru MI harus mampu menggali dan mengintegrasikan unsur-unsur kearifan lokal ke dalam kegiatan pembelajaran, baik melalui cerita rakyat, permainan tradisional, praktik budaya, maupun kegiatan proyek berbasis komunitas. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal budaya mereka sendiri, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sosial.
Ketua Prodi PGMI IAI Al-Qodiri Jember, dalam sambutannya, menegaskan bahwa Wahdah Pendidik bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang pembinaan untuk memperkuat jati diri mahasiswa sebagai pendidik Muslim yang visioner dan berakar pada nilai-nilai lokal dan keislaman. Ia juga menyampaikan bahwa agenda diskusi ini akan terus dilanjutkan secara berkala dengan tema-tema yang relevan dan kontekstual.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan banyak mahasiswa yang menyampaikan pandangan tentang praktik pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang pernah mereka temui saat praktik mengajar di sekolah. Beberapa juga menyarankan agar kampus lebih aktif mendokumentasikan kearifan lokal yang hidup di masyarakat Jember dan sekitarnya sebagai bagian dari bahan ajar.
Kegiatan diakhiri dengan kesimpulan bahwa kearifan lokal bukanlah masa lalu yang harus ditinggalkan, melainkan sumber kekayaan nilai yang harus dihidupkan kembali dalam pendidikan masa kini. Wahdah Pendidik #2 pun menjadi bukti nyata bahwa PGMI IAI Al-Qodiri Jember terus konsisten membangun diskursus keilmuan yang mengakar pada budaya dan menjawab tantangan zaman.