
JEMBER – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember kembali menggelar kegiatan intelektual bertajuk “Diskusi Periodik”. Acara yang berlangsung pada Rabu (04/01/2023) ini mengangkat tema filosofis yang cukup mendalam, yakni “Theoretical Framework Pemikiran Mulla Sadra dan Aktualisasinya dalam Pendidikan Islam”.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PAI sebagai upaya untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa, terutama dalam menghubungkan tradisi filsafat Islam klasik dengan tantangan pendidikan di era modern.
Menghadirkan Perspektif Filosofis
Hadir sebagai narasumber utama, H. Umar Hasibullah, M. Pd. I, memaparkan kerangka pemikiran Mulla Sadra, seorang filsuf besar yang dikenal dengan teori Ashalah al-Wujud (keutamaan keberadaan) dan al-Harakah al-Jauhariyyah (gerak substansial). Beliau menekankan bahwa pendidikan Islam bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah proses transformasi jiwa secara berkelanjutan.
Diskusi yang dipandu oleh Robyul Hamzah sebagai moderator ini berlangsung interaktif. Para peserta diajak untuk melihat bagaimana konsep-konsep abstrak Mulla Sadra dapat diaktualisasikan secara praktis dalam kurikulum dan metode pengajaran Pendidikan Agama Islam saat ini.

Mendukung Semangat Kampus Merdeka
Kegiatan ini juga selaras dengan semangat Kampus Merdeka, di mana mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai khazanah pemikiran. Penggunaan tagar #GO_UNIVERSITY dalam poster mencerminkan ambisi IAI Al-Qodiri untuk terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan kompetitif.
Dengan adanya diskusi rutin seperti ini, diharapkan mahasiswa PAI tidak hanya mahir secara pedagogik, tetapi juga memiliki kedalaman filosofis yang kuat dalam mengawal pendidikan moral dan spiritual generasi bangsa.