
Jember, 21 Juli 2026 – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul melalui penyelenggaraan The 2nd Annual Conference of Moderate Islamic Studies (ANCOMIS) 2026. Konferensi internasional yang diselenggarakan secara hybrid di Auditorium UNIKHAMS Jember dan melalui Zoom Meeting ini menjadi wadah diseminasi hasil penelitian sekaligus penguatan jejaring akademik lintas institusi dan lintas negara.
Mengusung semangat pengembangan studi Islam moderat yang adaptif terhadap dinamika global, ANCOMIS 2026 diikuti oleh lebih dari 100 presenter yang berasal dari sedikitnya 16 perguruan tinggi di Indonesia, selain sivitas akademika UNIKHAMS Jember. Beberapa institusi yang berpartisipasi antara lain Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas PGRI Madiun, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Pelita Bangsa, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sumatera Utara, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, STAI Darussalam Bangkalan, STIU Darul Qur’an Bogor, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, serta Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember selaku tuan rumah. Keikutsertaan berbagai perguruan tinggi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme akademisi terhadap ANCOMIS sebagai forum ilmiah yang mendorong kolaborasi, pertukaran gagasan, dan publikasi hasil penelitian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan Opening Ceremony yang meliputi pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta keynote speech oleh Dr. H. Asmad Hanisy, S.Pd.I., M.M., Rektor Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi akademik internasional sebagai upaya membangun tradisi riset yang berkualitas dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam kajian moderasi beragama.

(ANCOMIS) 2026 oleh RektorUNIKHAMS yang dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember.
Memasuki sesi utama, peserta mengikuti seminar internasional yang menghadirkan narasumber dari berbagai negara, yaitu Syaikh Ali Muhammad Abdul Wahab dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir yang hadir secara luring, Syeikh Dr. Muhammad bin Ali Ba’atiyah, Rektor University of Imam Syafi’i, Yaman yang menyampaikan materi secara daring, serta Djusmalinar, Ph.D. dari Prince of Songkla University, Thailand yang turut bergabung secara daring.
Ketiga narasumber menyampaikan berbagai perspektif mengenai penguatan moderasi beragama, peran pendidikan Islam dalam membangun masyarakat yang damai, serta pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi di era global. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para dosen, peneliti, mahasiswa, dan peserta konferensi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi.
Setelah sesi pleno berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan Parallel Presentation Sessions (Hybrid Panel Discussions) yang terbagi ke dalam beberapa ruang presentasi daring maupun luring. Para presenter memaparkan hasil penelitian sesuai bidang kajian masing-masing yang mencakup tema moderasi beragama, pendidikan Islam, pendidikan multikultural, kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, literasi digital, budaya lokal, ekonomi syariah, hingga isu-isu sosial keagamaan kontemporer. Setiap sesi dipandu oleh reviewer dan moderator sehingga berlangsung secara ilmiah, interaktif, serta memberikan ruang diskusi yang konstruktif bagi seluruh peserta.





Melalui penyelenggaraan The 2nd Annual Conference of Moderate Islamic Studies (ANCOMIS) 2026, Fakultas Tarbiyah UNIKHAMS Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing global. Konferensi ini tidak hanya menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama antarlembaga, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperkokoh peran perguruan tinggi dalam mengembangkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban.