
JEMBER – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember menutup kalender akademik tahun 2025 dengan sebuah diskusi ilmiah yang prestisius dan mendalam. Pada Rabu, 31 Desember 2025, PBA UNIKHAMS menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Spiritual Meaning-Making and Cultural Encounter in Arabic Language Learning: An Interpretive Study of Indonesia’s Love-Based Curriculum in the Era of Educational Media and Technology”.
Seminar ini mengeksplorasi bagaimana pembelajaran bahasa Arab di Indonesia tidak hanya sekadar transfer kosa kata, melainkan sebuah proses pencarian makna spiritual dan perjumpaan budaya yang didasari oleh prinsip kasih sayang (Love-Based Curriculum).
Bahasa Arab: Antara Teknologi dan Spiritualitas
Dalam sesi pemaparan, Dr. Muhammad Ainul Yakin, M.Pd.I Â sebagai narasumber utama menjelaskan bahwa di era ledakan media dan teknologi pendidikan, aspek kemanusiaan sering kali terpinggirkan. Seminar ini menawarkan perspektif interpretatif mengenai bagaimana kurikulum bahasa Arab di Indonesia mampu mengintegrasikan kecanggihan digital dengan nilai-nilai spiritual.
Poin-poin kunci yang dibahas dalam seminar ini meliputi:
- Spiritual Meaning-Making: Bagaimana belajar bahasa Arab menjadi sarana bagi siswa untuk memahami teks suci dan memperdalam koneksi spiritual dengan Sang Pencipta.
- Cultural Encounter (Perjumpaan Budaya): Proses negosiasi identitas antara budaya lokal Indonesia dengan budaya Arab, yang melahirkan pemahaman lintas budaya yang harmonis.
- Love-Based Curriculum: Sebuah pendekatan kurikulum yang mengedepankan kasih sayang antara pendidik dan peserta didik, guna menciptakan lingkungan belajar yang minim tekanan dan penuh motivasi.
Menjawab Tantangan Era Digital
Diskusi ini juga menyoroti peran penting teknologi sebagai alat, bukan tujuan. Penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Arab dipandang sebagai jembatan untuk memperluas jangkauan dakwah dan ilmu pengetahuan, asalkan tetap dipandu oleh nilai-nilai etika dan spiritualitas yang kuat.
“Kurikulum berbasis cinta atau Love-Based Curriculum memastikan bahwa teknologi tidak mengubah manusia menjadi robot. Di PBA UNIKHAMS, kita ingin teknologi membuat pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih menyentuh hati dan relevan dengan kehidupan sosial mahasiswa,” ungkap Dr. Muhammad Ainul Yakin, M.Pd.I pemateri utama.
Visi Masa Depan Pendidikan Bahasa Arab
Seminar yang berlangsung secara hibrida ini dihadiri oleh para peneliti internasional, dosen, dan mahasiswa. Acara ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah pendidikan bahasa Arab di tahun 2026, yang diproyeksikan akan semakin terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) namun tetap memegang teguh akar budaya dan spiritualitas pesantren.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai rasa syukur atas capaian akademik selama tahun 2025. Dengan terselenggaranya seminar ini, UNIKHAMS kembali mempertegas komitmennya sebagai pionir dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab yang integratif, inovatif, dan berkarakter di Indonesia.