
Jember – Dalam rangka memperkuat sinergi keilmuan dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia mengadakan Seminar Internasional bertajuk “Peran Generasi Z dan Alpha Aswaja di Era Revolusi Industri 4.0 & Era Society 5.0.” Acara yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) ini berlangsung di Pesantren An-Nahdloh, Malaysia, pada tanggal 13 Oktober 2024 dengan dihadiri oleh para ulama, akademisi, dan santri dari berbagai daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Pengasuh Pesantren An-Nahdloh, (Nama Pengasuh), yang menyampaikan harapannya agar generasi muda khususnya Generasi Z dan Alpha bisa tumbuh menjadi pelopor kemajuan Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). “Kita perlu merangkul teknologi dan perubahan sosial, tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja yang moderat, berkeadaban, dan toleran,” ujarnya.

Turut hadir Wakil Rektor III Dr. Nurul Anam, S.Pd.I, M.Pd., yang menyoroti pentingnya adaptasi di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. “Perkembangan teknologi digital menuntut kita untuk terus meningkatkan literasi dan kecakapan, baik di bidang agama maupun ilmu pengetahuan. Generasi Z dan Alpha Aswaja harus mampu berperan aktif sebagai agen perubahan yang tetap memegang teguh prinsip-prinsip Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” paparnya.
Dari pihak PCINU Malaysia, Ustadz Muhammad Khairul Umam, memaparkan potensi kolaborasi lintas negara untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. “Kami percaya bahwa kerja sama ini akan memudahkan transfer pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam mengembangkan pola pikir kreatif, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai Aswaja,” ungkapnya.
Sesi seminar membahas tentang dinamika generasi Z & Alpha di era digital, seperti membahas peluang dan tantangan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi untuk dakwah, pendidikan, serta penguatan identitas keislaman. Selain itu, juga membahas tentang implementasi nilai-nilai Aswaja di Society 5.0, seperti nilai toleransi, gotong royong, dan inklusivitas di tengah masyarakat super digital yang semakin terkoneksi.
Peserta seminar, baik yang hadir langsung di Pesantren An-Nahdloh maupun yang bergabung secara daring, terlihat antusias dan aktif berpartisipasi. Pertanyaan dan pandangan kritis bermunculan selama sesi tanya jawab, menandakan tingginya minat terhadap topik tersebut.
Menutup rangkaian acara, kedua belah pihak menyepakati untuk memperluas cakupan kerja sama, mencakup bidang penelitian, pertukaran dosen dan santri, serta pelatihan keterampilan digital bagi generasi muda.
“Kami berharap Seminar Internasional ini menjadi awal yang baik untuk terus menyemai nilai-nilai Aswaja, sekaligus membekali Generasi Z dan Alpha dengan kompetensi unggul di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0,” pungkas Wakil Rektor III IAI Al-Qodiri Jember di akhir kegiatan.
Dengan terselenggaranya seminar tersebut, IAI Al-Qodiri Jember dan PCINU Malaysia berhasil membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara dapat menjadi sarana efektif untuk memajukan pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan tetap berpegang pada ajaran Aswaja yang rahmatan lil ‘alamin.