
Jember – Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin kerja sama internasional. Bekerja sama dengan Rasmisart School Thailand, IAI Al-Qodiri mengadakan acara Kajian Lintas Internasional bertajuk “The Contribution of Collaborative PAI Learning Media in Developing Students’ HOTS Skills in the 21st Century” Acara ini dilakukan pada tanggal 2 Juni 2024 dengan melalui media Zoom Meeting.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dosen, guru, serta mahasiswa dari kedua institusi, baik secara luring maupun daring. Turut hadir Rektor IAI Al-Qodiri, Dr. Asmad Hanisy, S.Pd.I, M.M, yang menyampaikan pentingnya sinergi lintas negara untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kolaborasi antara IAI Al-Qodiri dan Rasmisart School Thailand ini kami harapkan dapat menjadi jembatan pertukaran ide, terutama dalam merumuskan metode pembelajaran PAI yang inovatif dan relevan bagi generasi abad 21,” ujarnya.
Perwakilan Rasmisart School, Mr. Yasuli Bindulem, B.A, M.Ed, menambahkan bahwa integrasi media pembelajaran kolaboratif dapat mendorong pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada peserta didik. “Kami ingin belajar lebih dalam tentang penerapan media dan teknologi dalam pembelajaran agama Islam di Indonesia. Hal ini sangat relevan untuk meningkatkan daya pikir kritis, analitis, dan kreatif,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, para pemateri dari kedua belah pihak saling berbagi strategi dan praktik baik (best practices) dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif serta menantang daya pikir peserta didik. Beberapa poin penting yang disoroti antara lain. Pertama, pemanfaatan teknologi interaktif. Platform digital seperti learning management system (LMS) dan aplikasi berbasis daring dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran PAI, sehingga mendorong kolaborasi antarsiswa serta memfasilitasi evaluasi berbasis HOTS. Kedua, pendekatan proyek kolaboratif.
Melibatkan siswa dalam proyek kelompok lintas sekolah (cross-school) maupun lintas negara untuk memecahkan persoalan keagamaan kontemporer dengan pendekatan ilmiah, kreatif, dan reflektif. Ketiga, pengembangan modul kontekstual. Merancang modul pembelajaran yang relevan dengan kultur dan konteks masing-masing siswa di Thailand dan Indonesia, sehingga nilai-nilai agama Islam dapat dipahami secara universal dan aplikatif.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara hingga akhir, ditandai dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Sementara itu, pihak Rasmisart School dan IAI Al-Qodiri Jember sepakat untuk memperluas kerjasama di masa mendatang, termasuk rencana pertukaran pelajar dan dosen untuk memperkaya kualitas akademik kedua lembaga.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk mempererat tali silaturahmi dan kolaborasi berkelanjutan antara Rasmisart School dan IAI Al-Qodiri Jember dalam rangka mengembangkan mutu pendidikan, khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam,” pungkas Rektor IAI Al-Qodiri Jember.
Dengan terselenggaranya kajian lintas internasional ini, diharapkan para pendidik dan mahasiswa dapat semakin siap menghadapi tantangan abad 21, sekaligus turut menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.