
JEMBER – Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember memperkuat jejaring kelembagaannya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember. Acara strategis yang berlangsung pada Senin, 5 Juni 2023 di Aula Utama IAI Al-Qodiri ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk “Membangun Peradaban Dunia dengan Ilmu, Hati & Pikiran di Era Disrupsi 4.0”.
Kegiatan ini menghadirkan dua tokoh kunci, yaitu Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd (Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember) dan Dr. H. Asmad Hanisy, S.Pd.I, MM (Rektor IAI Al-Qodiri Jember). Sinergi ini merupakan langkah nyata kampus dalam menjawab tantangan zaman yang serba cepat dan tidak menentu.
Dampak Strategis bagi Mahasiswa S1 PAI
Bagi mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), kolaborasi dan seminar nasional ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi masa depan akademik dan profesional mereka:
Peluang Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang Luas: Kerja sama resmi dengan Kemenag Jember membuka akses lebih mudah bagi mahasiswa PAI untuk melakukan praktik mengajar atau magang di berbagai madrasah dan lembaga di bawah naungan Kementerian Agama.
Kesiapan Menghadapi Disrupsi 4.0: Melalui seminar ini, mahasiswa dibekali pemahaman tentang bagaimana menjadi guru agama yang tidak hanya menguasai materi secara kognitif (ilmu), tetapi juga memiliki keteguhan spiritual (hati) dan daya kritis (pikiran) dalam menghadapi digitalisasi pendidikan.
Penguatan Profil Pendidik Profesional: Interaksi dengan praktisi dari Kemenag memberikan gambaran nyata mengenai standar kompetensi guru agama di lapangan, sehingga mahasiswa dapat menyiapkan diri lebih awal untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja.
Akses Jejaring Kerja: Kedekatan institusi dengan regulator pendidikan agama (Kemenag) secara tidak langsung memperkuat pengakuan lulusan PAI IAI Al-Qodiri di wilayah Jember dan sekitarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan PAI yang adaptif, inovatif, dan mampu menjadi penggerak peradaban Islam yang moderat di tengah perubahan teknologi yang masif.