
Bondowoso, Sebanyak 60 mahasiswa Universitas Islam KH Ahmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) melaksanakan studi banding ke Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso pada Rabu, 2 Juli 2025. Rombongan yang terdiri dari 56 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 4, 6, dan 8, didampingi dosen pembimbing dan pengampu mata kuliah, tiba di lokasi tepat pukul 08.00 WIB dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga pukul 11.00 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Misbahul Muslih, M.Pd., selaku Kepala Departemen Bidang Pendidikan Pesantren Al-Ishlah. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan sejarah berdirinya pesantren yang dibangun di atas nilai-nilai keikhlasan dan pengabdian. Pesantren ini mengadopsi kurikulum pendidikan berbasis Gontor, namun tetap berpegang teguh pada prinsip ibadah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, serta ubudiyah yang dilandasi manhaj salafiyah.
Lebih jauh, Bapak Misbahul menekankan bahwa akhlak menjadi fondasi utama dalam pendidikan santri di Al-Ishlah. “Sampai-sampai jika ada santri yang tidak bersalaman kepada ustaz saat bertemu, maka itu bisa berujung pada sanksi skorsing. Karena adab adalah ruh dari ilmu,” ujarnya tegas.
Dalam hal kemandirian dan akses pendidikan, Pesantren Al-Ishlah juga menerapkan sistem pembayaran yang inklusif, yakni:
Banu: Bayar penuh sesuai ketentuan;
Basa: Bayar sebisanya, sesuai kemampuan ekonomi;
Taba: Tanpa bayar, bagi yang benar-benar tidak mampu namun tetap ingin belajar.

Salah satu pesan penting dari Pengasuh Pondok, yang disampaikan kepada rombongan UNIKHAMS adalah:
“Jadilah seperti mata lebah, yang selalu mencari dan melihat kebaikan. Jangan menjadi seperti mata lalat, yang hanya tertarik pada hal-hal buruk dan tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.”
Sementara itu, dalam sambutannya, Bapak Dri HM Umar Hasibullah, M.Pd.I, selaku dosen pengampu mata kuliah Perbandingan Pendidikan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari pendekatan teoritis yang diterapkan dalam dunia nyata.
“Ini adalah langkah konkret dari mata kuliah Perbandingan Pendidikan. Tidak hanya berhenti di ruang kelas, tapi benar-benar melihat langsung implementasi pendidikan Islam dalam berbagai model yang ada,” tuturnya.
Kegiatan studi banding ini ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pondok Pesantren Al-Ishlah yg diwakili oleh bapak misbah dan UNIKHAMS yang diwakili Ka prodi PAI bapak syaiful rizal, M Pd , sebagai bentuk komitmen kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam nilai dan akhlak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mengadopsi nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan akhlak mulia yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren, untuk kemudian diterapkan dalam dunia pendidikan yang lebih luas. (UH)