Jember, 27 Mei 2024 — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAI Al-Qodiri Jember kembali menyelenggarakan diskusi periodik bertajuk “WAHDAH PENDIDIK (Wawasan dan Dakwah Pendidik)” seri ketiga yang mengangkat tema “Transformasi Kurikulum MI di Era Merdeka Belajar.” Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta pemerhati pendidikan yang hadir secara langsung maupun daring.
Diskusi yang berlangsung pada Senin, 27 Mei 2024 ini menjadi forum ilmiah yang membahas secara mendalam bagaimana madrasah ibtidaiyah (MI) harus bertransformasi dalam merespon kebijakan Kurikulum Merdeka yang kini tengah diimplementasikan secara nasional.

Dalam forum ini, narasumber menyoroti bahwa transformasi kurikulum MI bukan hanya persoalan administrasi atau format RPP, tetapi menyangkut cara berpikir guru, pendekatan pembelajaran, serta peran aktif siswa sebagai subjek belajar. Guru MI dituntut untuk lebih adaptif, kreatif, dan mampu mengembangkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), berdiferensiasi, serta mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dan keislaman dalam konteks lokal.
Salah satu isu penting yang dibahas adalah perlunya penyesuaian karakteristik kurikulum MI dengan nilai-nilai khas madrasah, seperti penguatan literasi Al-Qur’an, adab islami, dan pembelajaran berbasis nilai. Kurikulum Merdeka memberi ruang fleksibilitas, namun madrasah tetap memiliki kekhasan yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Titin Mariatul Qiptiyah, M.Pd, menyatakan bahwa diskusi ini menjadi bagian dari komitmen Prodi untuk membentuk mahasiswa sebagai calon guru yang tidak hanya memahami kebijakan pendidikan, tetapi juga mampu menjadi agen transformasi kurikulum di sekolah-sekolah MI tempat mereka akan mengabdi. “Wahdah Pendidik adalah ruang reflektif dan responsif terhadap dinamika kebijakan pendidikan nasional,” ujarnya.