Session#10 Membangun Jembatan Persatuan: Pendidikan Multikultural di Sekolah dan Masyarakat
Session#10 Membangun Jembatan Persatuan: Pendidikan Multikultural di Sekolah dan Masyarakat
Sen, 10 Juni 2024 6:25
salsabila

Jember, 10/06/24 Program Studi Pendidikan Agama Islam melanjutkan program praktisi mengajar dengan narasumber Salsabila Widya Fatina., M.Pd yang merupakan praktisi Pendidikan dari Kabupaten Jepara. Dalam pemaparanya beliau mengatakan bahwa di era globalisasi yang penuh keragaman ini, pendidikan multikultural menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Pendidikan multikultural bertujuan untuk menumbuhkan rasa hormat dan penghargaan terhadap perbedaan budaya, etnis, agama, dan tradisi.

Di sekolah, pendidikan multikultural dapat diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan, seperti: Mengajarkan materi tentang berbagai budaya dan tradisi. Siswa diajak untuk mengenal dan memahami budaya lain, bukan hanya budaya mereka sendiri. Mendorong interaksi antar siswa dari berbagai latar belakang. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan kelompok, proyek bersama, dan perayaan budaya. Membuat kurikulum yang inklusif dan representatif. Kurikulum harus mencerminkan keberagaman budaya dan pengalaman siswa. Mendorong guru untuk mengembangkan kompetensi dalam pendidikan multikultural. Guru perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengajar tentang keragaman budaya secara efektif.

Sedangkan di masyarakat, pendidikan multikultural dapat diwujudkan melalui berbagai upaya, seperti: Mengadakan festival budaya dan pameran. Kegiatan ini memungkinkan masyarakat untuk saling mengenal budaya satu sama lain. Membuat program dialog antar budaya. Program ini memungkinkan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk bertemu dan bertukar pikiran. Mempromosikan media massa yang inklusif dan toleran. Media massa perlu menampilkan berbagai budaya dan perspektif secara adil dan seimbang. Membuat kebijakan yang mendukung keragaman budaya. Kebijakan ini dapat berupa kebijakan tentang pendidikan, bahasa, dan hak asasi manusia.

Diakhir pemaparanya beliau menyampaikan bahwa Pendidikan multikultural bukan hanya tentang mempelajari budaya lain, tetapi juga tentang mengembangkan rasa empati, toleransi, dan rasa saling menghormati. Dengan pendidikan multikultural, kita dapat membangun masyarakat yang lebih adil, damai, dan sejahtera. (Sr)

Berita, Fakultas Tarbiyah, Kegiatan, KEMAHASISWAAN, PPL, Prodi Pendidikan Agama Islam

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

UNIKHAMS Jember Perkuat Prodi Hukum Keluarga Islam melalui Kerja Sama Strategis dengan PERADI Profesional dan Univeristas Indonesia.
Jakarta – Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember terus menu...
Jum, 10 Juli 2026 | 8:33
Teacher Academy 2026 Hadirkan Tiga Narasumber Inspiratif, UNIKHAMS Jember Dorong Lahirnya Guru yang Kreatif, Adaptif, dan Berdampak
Jember – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) ...
Kam, 9 Juli 2026 | 4:17
Fakultas Tarbiyah UNIKHAMS Jember Selenggarakan Teacher Academy 2026, Menguatkan Peran Guru sebagai Pembelajar yang Kreatif, Adaptif, dan Berdampak
Jember, 3 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus transformasi digital, perkembangan...
Jum, 3 Juli 2026 | 2:24
Padukan Tradisi dan Modernitas, Prodi S1 PAI UNIKHMAS Jember Gali Ilmu Pengelolaan Pondok Salaf Modern di PP An-Nur 2 Malang
MALANG, UNIKHAMS – Rangkaian kunjungan akademik Program Studi (Prodi) S1 Pendidi...
Kam, 2 Juli 2026 | 9:21