
JEMBER – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Manajemen Pembelajaran Pendidikan Tahfizh Al-Qur’an” pada Sabtu, 10 Juni 2023. Acara yang berlangsung di gedung utama kampus ini bertujuan untuk membedah strategi pengelolaan program hafalan Al-Qur’an agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kualitas.
Seminar ini dihadiri oleh para pengelola rumah tahfizh, ustadz-ustadzah pesantren, serta mahasiswa yang memiliki fokus pada integrasi antara pendidikan bahasa Arab dan Al-Qur’an.
Pilar Utama Manajemen Tahfizh yang Efektif
Dalam seminar tersebut, Dr. Muhammad Ainul Yakin, M.Pd.I menekankan bahwa keberhasilan seorang santri dalam menghafal Al-Qur’an tidak hanya bergantung pada kecerdasan individu, tetapi juga pada manajemen pembelajaran yang diterapkan oleh lembaga. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Perencanaan Target (Planning): Menyusun target hafalan yang realistis sesuai dengan kemampuan santri tanpa mengesampingkan kualitas tajwid dan makharijul huruf.
- Metodologi Pengajaran (Actuating): Penerapan berbagai metode mulai dari sabaq (setoran baru), sabqi (murojaah hafalan baru), hingga manzil (murojaah hafalan lama) secara konsisten.
- Sistem Evaluasi (Controlling): Pentingnya buku pantauan (mutaba’ah) digital maupun manual untuk memonitor perkembangan setiap santri secara harian.
- Manajemen SDM: Peningkatan kompetensi pengajar dalam aspek pedagogi dan psikologi anak guna menjaga motivasi santri dalam menghafal.
Sinergi Bahasa Arab dan Tahfizh
Ketua Prodi PBA UNIKHAMS Khoiril Akhbar, M.Pd. menjelaskan bahwa seminar ini sangat relevan bagi mahasiswa PBA karena penguasaan bahasa Arab dan hafalan Al-Qur’an adalah dua hal yang saling menguatkan. “Dengan manajemen yang baik, santri tidak hanya sekadar menghafal teks, tetapi juga mulai memahami makna melalui pendekatan kebahasaan,” ujarnya.
Membangun Lembaga Tahfizh Profesional
Seminar ini juga memberikan wawasan bagi para pengelola lembaga mengenai cara membangun ekosistem pembelajaran yang nyaman bagi penghafal Al-Qur’an. Diskusi interaktif berkembang pesat saat membahas cara mengatasi titik jenuh santri dan teknik manajemen waktu bagi lembaga yang menggabungkan pendidikan formal dengan program tahfizh.
Acara ditutup dengan sesi penyusunan draf standar operasional prosedur (SOP) pembelajaran tahfizh yang dapat diadaptasi oleh para peserta di lembaga masing-masing. Melalui kegiatan ini, UNIKHAMS berharap dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki kualitas hafalan yang kuat serta manajemen pendidikan yang profesional.